<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Kita :) &#187; oase</title>
	<atom:link href="http://bala2.wordpress.com/category/oase/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bala2.wordpress.com</link>
	<description>Tempat Berbagi Cerita Diantara Kita, Agar Sillaturrahim Selalu Terjaga</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Jan 2009 14:16:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bala2.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d8308fd45ef2043d1dbceec431db3a4a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cerita Kita :) &#187; oase</title>
		<link>http://bala2.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bala2.wordpress.com/osd.xml" title="Cerita Kita :)" />
		<item>
		<title>Antara berdetak dan berdegup</title>
		<link>http://bala2.wordpress.com/2009/01/04/antara-berdetak-dan-berdegup/</link>
		<comments>http://bala2.wordpress.com/2009/01/04/antara-berdetak-dan-berdegup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 14:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duaribudua</dc:creator>
				<category><![CDATA[oase]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bala2.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[
Manusia butuh akan Tuhannya. Itu bukanlah sebuah teorema. Itu ilmu pasti. Sama seperti rumus phytagoras. Jika a dan b masing-masing adalah sisi yang saling tegak lurus pada segitiga siku-siku, dan c adalah sisi miringnya. Maka a2 + b2 = c2. Titik. Formula yang tidak dapat dibantah. Lain halnya dengan teorema relativitas e = m x [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bala2.wordpress.com&blog=3125050&post=184&subd=bala2&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Manusia butuh akan Tuhannya. Itu bukanlah sebuah teorema. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="FI">Itu ilmu pasti. Sama seperti rumus phytagoras. Jika a dan b masing-masing adalah sisi yang saling tegak lurus pada segitiga siku-siku, dan c adalah sisi miringnya. Maka a<sup>2</sup> + b<sup>2</sup> = c<sup>2</sup>. Titik. Formula yang tidak dapat dibantah. Lain halnya dengan teorema relativitas e = m x c<sup>2</sup>. Masih sebuah teori. Belum dapat dibuktikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="FI">Manusia butuh akan Tuhannya. Kenapa? Karena manusia itu pada dasarnya lemah. Pada dasarnya bodoh. Lemah karena memiliki nafsu. Nafsu yang jika tidak dikendalikan, akan balik mengendalikan diri. Bodoh karena cahaya islam telah datang menghampiri, tahu mana yang baik untuk dirinya dan mana yang buruk, tapi tetap memilih opsi yang kedua, jalan yang buruk. Atau masih saja berdiri di pertengahan jalan, ragu untuk melangkah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="FI">Manusia butuh akan Tuhannya. Karena sering di tengah kebahagian yang dirasakan, rezeki yang melimpah, keluarga dan teman-teman di sekitarnya, diri itu masih saja merasa sendiri, hampa. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IT">Di tengah keramaian dan riuh tawa dan cerita, di dalam, jiwa diam. </span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="SV">Manusia butuh akan Tuhannya, dan rindu akan rasul utasan-Nya. Dunia ini rumit. Disaat para pemimpin pengayom rakyat, mencuri dari rakyatnya. Disaat si Kaya pembuka rezeki si miskin, mengambil dari si miskin. Disaat yang kuat beramai-ramai menghancurkan yang lemah. Disaat hakim-hakim agung dan mulia tergadaikan keadilannya. Manusia takut untuk bergerak. Seperti jijik jika melangkah ke kanan atau kedepan, celananya yang bersih dapat kotor oleh lumpur. Terbuai mimpi indah untuk hidup di zaman rasul saja. Diayomi oleh Rasul, dibimbing oleh para sahabat. Nikmatnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="FI">Manusia butuh akan Tuhannya terutama disaat diam. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="SV">Bukan diam dalam dimensi waktu, karena toh jam menunjukkan waktu bergulir. Bukan juga diam dalam dimensi ruang, karena ada perpindahan, ada pergerakan. Diam disini adalah berhenti berdegupnya jiwa. Anehnya, pada saat jiwa tidak bedegup, jantung malah berdetak lebih cepat dari biasanya. Tapi alih-alih jantung memompa darah beroksigen yang dibutuhkan tubuh, jantung memompa suatu zat yang membuat tubuh terasa kelu, janggal, asing. Rasanya seperti ruh menempati tubuh yang salah. Tidak cocok, tidak pas. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="FI">Kalau kita memakai sepatu yang kekecilan, pasti akan dilepas sepatu itu. Saat jantung berdetak, darah terpompa ke seluruh tubuh, tubuh terasa semakin janggal. Jantung berdetak, tapi jiwa tidak berdegup, dan ruh hanya diam tidak bereaksi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="FI">Manusia butuh Tuhannya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="SV">Seperti disaat seorang yang sederhana diundang ke sebuah perhelatan besar nan megah. Seharian mencari baju untuk dipakai, tapi tidak ada baju yang pantas. Dan terpikir untuk lebih baik tidak pergi, malu. Manusia butuh Tuhannya, manusia butuh kasih-sayang-Nya. Tapi, apakah manusia pantas mendapatkan cinta-Nya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="SV">Ya Allah, jangan jadikan kami orang-orang yang Engkau cabut hidayahnya, Engkau tarik cahaya imannya karena kesalahan-kesalahan yang kami perbuat. Takut diri ini jika jauh dari-Mu. Ikatlah dan rantailah diri ini dengan tilawah dan sujud. Kuatkanlah diri ini dengan semangat Umar bin Khattab yang tak ragu untuk menyongsongkan pedangnya untuk mempertahankan keyakinannya. Dan janganlah Engkau beri kenikmatan yang dapat menjeremuskan kami ke jurang yang dalam, jurang yang gelap tanpa cahaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="SV">Perumpaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (QS Al Baqoroh: 17).</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="SV">Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. </span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan bagi mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga. (QS Yasin: 9 -10)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">-mdoh-</span></p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bala2.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bala2.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bala2.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bala2.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bala2.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bala2.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bala2.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bala2.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bala2.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bala2.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bala2.wordpress.com&blog=3125050&post=184&subd=bala2&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bala2.wordpress.com/2009/01/04/antara-berdetak-dan-berdegup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8055d2d9f7e8022fa3926eff43c110e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duaribudua</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Ibu Tangguh, Langka, dan Berharga</title>
		<link>http://bala2.wordpress.com/2008/07/16/menjadi-ibu-tangguh-langka-dan-berharga/</link>
		<comments>http://bala2.wordpress.com/2008/07/16/menjadi-ibu-tangguh-langka-dan-berharga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 06:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duaribudua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bala2.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Ummu Azkiya
 Bila ditanyakan kepada sejuta wanita, &#8220;Apakah Anda ingin menjadi seorang Ibu?&#8221; Maka bisa dipastikan mereka semua akan menjawab, &#8220;Ya!&#8221; Tapi bila ditanyakan, &#8220;Kapan Anda siap menjadi Ibu?&#8221; Maka bisa jadi jawabannya akan beragam. &#8220;Wah, nanti dulu deh.&#8221;, &#8220;Belum siap mental nih.&#8221;, &#8220;Nabung dulu deh biar bisa beliin susu anak.&#8221;, &#8220;Punya mobil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bala2.wordpress.com&blog=3125050&post=124&subd=bala2&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em><strong>Penulis : Ummu Azkiya</strong></em></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"> <strong></strong>Bila ditanyakan kepada sejuta wanita, <em>&#8220;Apakah Anda ingin menjadi seorang Ibu?&#8221;</em> Maka bisa dipastikan mereka semua akan menjawab, <em>&#8220;Ya!&#8221;</em> Tapi bila ditanyakan, <em>&#8220;Kapan Anda siap menjadi Ibu?&#8221;</em> Maka bisa jadi jawabannya akan beragam. <em>&#8220;Wah, nanti dulu deh.&#8221;, &#8220;Belum siap mental nih.&#8221;, &#8220;Nabung dulu deh biar bisa beliin susu anak.&#8221;, &#8220;Punya mobil dulu aja ya, kasihan nanti kalau anak-anak pengen jalan-jalan jadi repot.&#8221;,</em> dan lain-lain.</p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>*** </strong></span></div>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><br />
<strong>Jadi Ibu? Nanti Dulu Ah&#8230;</p>
<p><span id="more-124"></span></strong>Semua wanita normal bisa dipastikan ingin menjadi seorang &#8220;Ibu&#8221;. Artinya, hanya komunitas perempuan abnormal saja yang dalam hidupnya tak ingin menjadi &#8220;Ibu&#8221;. Namun, tidak semua wanita siap dan ikhlas menjadi seorang &#8220;Fullday Moom&#8221; alias ibu rumah tangga. Buktinya, banyak ibu-ibu yang lebih banyak stressnya (baca : mengeluh) daripada cerianya tatkala mengasuh anak-anaknya.</p>
<p>Seorang ibu yang fokus berprofesi sebagai ibu rumah tangga saja misalnya, tak jarang berkomentar, <em>&#8220;Aduh, jenuh nih ngurus anak dan rumah terus. Rasanya, jadi kuper dan kurang wawasan nih! Beda dengan waktu saya kerja dulu, kayaknya hidup ini bergairah dan dinamis. Tapi gimana ya, mau ninggalin anak-anak kerja rasanya nggak tega.&#8221;</em></p>
<p>Sebaliknya, ada juga sebagian wanita yang menganggap anak bisa menghambat karir. Bahkan ada yang mati-matian menunda hamil atau membatasi jumlah anak. Sikap para wanita ini sungguh ironis! Terkesan seolah memiliki anak adalah beban berat! Dengan kata lain, maunya jadi &#8220;Ibu&#8221;, tapi giliran repot menjalankan fungsinya sebagai ibu, nanti dulu ah&#8230;</p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">***</span></div>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><br />
<strong>Semakin Pintar, Semakin Repot?</strong></p>
<p>Anehnya, cerita tentang kerepotan seorang &#8220;Ibu&#8221; di zaman serba modern ini semakin bertambah. Terutama di daerah perkotaan, apalagi di kalangan menengah ke atas. Padahal, rata-rata sebuah keluarga hanya memiliki sedikit anak (1- 3 anak). Sementara, aneka perabotan dapur dan peralatan rumah tangga yang serba listrik sudah banyak membantu tugas-tugas rumah tangganya. Belum lagi ditambah pembantu, tukang kebun, dan sopir yang selalu siap melayani tuannya.</p>
<p>Bandingkan dengan ibu-ibu dua atau tiga generasi yang lalu. Mereka rata-rata memiliki anak cukup banyak (4-12 anak). Perabot rumah tangga mayoritas masih manual. Bahkan, tak jarang yang masih memasak menggunakan kayu bakar dan setrika arang. Sekalipun jelas menyita tenaga, waktu, dan pikiran, namun mereka tetap bisa menikmati perannya sebagai &#8220;Ibu&#8221; tanpa banyak mengeluh apalagi menghujat keadilan Tuhan.</p>
<p>Para ibu itu ada yang masih buta huruf, lulusan SD, SMP, dan SMU, namun ada juga yang sarjana. Tapi, soal peran Ibu, mereka sepakat, mengasuh dan mendidik anak agar menjadi manusia yang berguna. Tak peduli mereka harus mengorbankan karir, asal anak-anak mereka kelak menjadi orang yang sukses, mereka rela. Sebab, dalam pandangan mereka, anak adalah penerus cita-cita orangtuanya. Kasih sayang yang dirasakan anak selama dalam pengasuhan ibunya menjadi modal perjuangan anak-anaknya untuk membahagiakan orangtuanya.</p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">***</span></div>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><br />
<strong>Terkikisnya Fungsi Ibu</strong></p>
<p>Bisa jadi, ketidaksiapan wanita dewasa ini menjadi &#8220;Ibu&#8221; dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya pendidikan, karir, ekonomi, dan paradigma hidup yang materialistik.</p>
<p>Kini, banyak wanita yang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Bila ada kesempatan dan dana, para orangtua pasti mengusahakan putrinya untuk bisa meraih gelar sarjana. Sedikit sekali orangtua yang merestui putrinya menikah sementara kuliah belum rampung. Artinya, belum layak menikah sebelum selesai kuliah. Padahal dari sisi usia, mereka sudah cukup dewasa dan mampu untuk menikah.</p>
<p>Belum lagi bila wanita harus menghadapi tuntutan kerja dari keluarganya. Tidak cukup syarat lulus jadi sarjana saja, mereka juga dituntut untuk mapan kerja dulu sebelum boleh menikah. Maka, semakin fokus pada karir dan sekolah, bisa jadi mereka menjadi semakin merasa belum siap menjadi &#8220;Ibu&#8221;.</p>
<p>Atmosfer kehidupan yang serba materialis, menyebabkan banyak wanita yang turut berkompetisi mengejar karir dan kemapanan ekonomi. Tidak salah memang orang berusaha untuk meraih kehidupan yang lebih baik, bahkan harus! Namun, bila konsekuensinya mengorbankan cita-cita berumah tangga, menelantarkan pengasuhan dan pendampingan anak-anak, jelas akan berbahaya!</p>
<p>Maka, menjadi PR besar bagi para wanita untuk menyelaraskan tugas utamanya menjadi &#8220;Ibu&#8221; dengan aktivitas publik, dimana wanita juga dibutuhkan perannya dalam membangun masyarakat. Baik aktivitas publik dalam arti bekerja secara formal maupun aktivitas publik yang bersifat sosial kemasyarakatan dan politis. Jangan sampai fungsi wanita sebagai &#8220;Ibu&#8221; menjadi terkikis dan hanya menyisakan fungsi &#8220;Ibu&#8221; secara biologis saja.</p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">***</span></div>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><br />
<strong>Generasi Tangguh, Aset Islam</strong></p>
<p>Saat seorang ibu hanya berpikir bahwa anak-anak yang dilahirkannya adalah aset orangtua dan keluarga saja, sesungguhnya dia berpikiran sangat sempit. Harapan-harapan yang dibangun kepada anak-anaknya pastilah hanya bersandar pada kepentingan individu dan keluarga saja. Misalnya, &#8220;Kamu harus jadi sarjana dan meneruskan usaha keluarga, ya Nak! Selama kesempatan berkarir masih terbuka lebar, jangan pernah berhenti kerja.&#8221;</p>
<p>Si Ibu tak akan pernah berpikir apalagi mendorong dan merelakan anak-anaknya memenuhi panggilan Islam dan berjuang untuk Islam. Misalnya, dia menggembleng anak-anaknya agar menjadi aktivis dakwah Islam. Dengan harapan, kelak anak-anaknya dapat menjadi permata-permata Islam yang akan berjuang untuk membangkitkan kembali kejayaan Islam.</p>
<p>Sebaliknya, berbeda dengan seorang ibu yang sadar bahwa semua anak yang terlahir dari rahimnya adalah titipan Allah SWT. Mereka paham bahwa pada hakikatnya anak-anak mereka adalah generasi pewaris risalah Islam. Maka, orientasi pengasuhan dan pendidikan untuk anak mereka tidak berhenti hanya pada kesuksesan diri dan keluarganya, tapi juga bagi keberhasilan dakwah dan perjuangan Islam.</p>
<p>Ibu-ibu Muslimah yang bercita-cita seperti inilah yang sangat berharga bagi umat Islam saat ini. Karena, kondisi umat Islam yang semakin terpuruk dalam kehidupan sekuler membutuhkan generasi muda yang tak hanya cerdas dan mumpuni dalam soal ilmu dan keahlian, namun juga yang memiliki idealisme Islam. Generasi yang mempunyai keberanian dan ghirah yang tinggi dalam memperjuangkan tegaknya Syari&#8217;ah Islam. Generasi yang tak mudah dibeli dengan uang, kekuasaan, dan jabatan. Mereka akan menjadi aset besar bagi umat Islam.</p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">***</span></div>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><br />
<strong>Dicari : Ibu Tangguh!</strong></p>
<p>Tentu tak mudah menjadi seorang ibu yang mampu melahirkan generasi Islam yang tangguh dan handal. Namun, prinsipnya adalah, dia paham bahwa tugas utama seorang ibu adalah mengasuh dan mendidik anak-anaknya menjadi pejuang Islam. Dengan begitu, dia tak pernah berpikir untuk mengalihkan pengasuhan anak-anaknya seratus persen pada orang lain. Dia juga tidak mempercayakan sepenuhnya pendidikan anaknya hanya pada sekolah yang dipilihnya. Sebaliknya, dia selalu berusaha untuk menjadi pendamping utama dan nara sumber pertama bagi anak-anaknya.</p>
<p>Sama saja apakah dia seorang ibu rumah tangga saja atau juga seorang ibu yang bekerja. Baginya, tugas-tugas yang dijalankan dalam rumah tangga adalah sebuah ibadah yang mulia. Dia tidak memandang pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan hina yang hanya pantas dikerjakan oleh pembantu. Maka, memasak, mencuci, memandikan anak, dan lain-lain tidak akan menjadi beban berat, karena dia lakukan dalam rangka ibadah.</p>
<p>Bukan berarti seorang ibu tangguh hanya berkutat pada kesibukan pekerjaan rumah yang tak pernah ada habisnya. Tapi, ibu tangguh adalah ibu yang juga aktif berkontribusi dalam perjuangan Islam. Sama saja apakah aktifitas yang dilakukannya adalah membuat perubahan dalam keluarga dan lingkungan terdekat sehingga lebih Islami, atau aktifitas yang lebih luas. Misalnya, aktif dalam berbagai sektor publik seperti ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, hukum, dan politik, serta mengarahkannya dalam kerangka sistem yang Islami. Siapa berminat mendaftar? <em>[Suara Islam (14)]</em><br />
</span><!--more--></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bala2.wordpress.com/124/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bala2.wordpress.com/124/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bala2.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bala2.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bala2.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bala2.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bala2.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bala2.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bala2.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bala2.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bala2.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bala2.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bala2.wordpress.com&blog=3125050&post=124&subd=bala2&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bala2.wordpress.com/2008/07/16/menjadi-ibu-tangguh-langka-dan-berharga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8055d2d9f7e8022fa3926eff43c110e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duaribudua</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejenak Merenungi Diri</title>
		<link>http://bala2.wordpress.com/2008/07/01/sejenak-merenungi-diri/</link>
		<comments>http://bala2.wordpress.com/2008/07/01/sejenak-merenungi-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 09:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duaribudua</dc:creator>
				<category><![CDATA[oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bala2.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum Engkau Merenung&#8230;
Saudaraku, dalam hidup ini ada duka dan nestapa
Juga kan selalu ada perasaan suka dan bahagia
Dunia ini kan ditinggalkan semua yang menghuninya
Tapi kebanyakan kita tak jua kunjung menyadarinya
Bersabarlah engkau jika menghadapi suatu derita
Meskipun ia sangat berat dan teramat sulit terasa
Wahai pencari harta yang sibuk dengan duniawinya
Di akhirat, orang sengsara lebih baik keadaannya
Sampai kapankah kau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bala2.wordpress.com&blog=3125050&post=102&subd=bala2&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Sebelum Engkau Merenung&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><em>Saudaraku, dalam hidup ini ada duka dan nestapa</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Juga kan selalu ada perasaan suka dan bahagia</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dunia ini kan ditinggalkan semua yang menghuninya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Tapi kebanyakan kita tak jua kunjung menyadarinya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Bersabarlah engkau jika menghadapi suatu derita</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Meskipun ia sangat berat dan teramat sulit terasa</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Wahai pencari harta yang sibuk dengan duniawinya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Di akhirat, orang sengsara lebih baik keadaannya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Sampai kapankah kau kan terus mengumpulkan harta</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Apa engkau menyangka haramu kekal selamanya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Kala kau lihat orang-orang nestapa di depan mata</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Masihkah engkau berangan kan hidup kekal di dunia</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Kau lihat rumah-rumah tinggal di pinggiran kota</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Hanya gubuk kecil kumuh yang beratap daun rumbia</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Kau pun melihat gaya hidup mereka yang berkuasa</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Mereka tak peduli, mereka hanya bisa berkata-kata</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Masih ada lagi orang yang gemar membangun istana</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Entah dari mana mereka dapatkan harta itu semua</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Bumi ini kelak akkan menyapu rata mereka semua</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Mereka pun kembali tak punya seperti sedia kala</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Namun kematian kan lebih cepat menjemput mereka</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Maut pasti datang tiada yang sanggup menolaknya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Tanyakanlah pada bumi semua kejadian di atsnya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Juga pada kubur, tanyakan apa yang terjadi di dalamnya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Kalaulah bumi dan kubur berkata kenapa mereka ada</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Niscaya manusia akan berlarian menghindari mereka</em></p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Berbohong pada orang lain, adalah hal yang biasa bagi sebagian orang. Tapi membohongi diri sendiri? Sungguh, suatu kebodohan yang sulit dimengerti. Sebab, sejatinya dia mengetahui hakekat yang sebenarnya. Iulah makanya, diperlukan suatu keberanian untk jujur pada diri sendiri. Karena tiada guna berbohong pada diri sendiri.</p>
<p style="text-align:left;">Jangan merasa menjadi seorang yang benar-benar mukmin, jika ternyata keimanan anda masih banyak kekurangan. Apalah artinya merasa sebagai muslim sejati, jika praktiknya anda belum menjadi muslim yang sebenarnya. Dan apakah anda merasa sebagai orang yang ikhlas, tawadhu&#8217;, bersyukur, sabar, tawakal, adil, beradab, bermanfaat bagi agama, dan berhati bersih?</p>
<p style="text-align:left;">Merenung jelas berbeda dengan melamun, apalagi menghayal. Orang merenung biasanya disertai dengan berfikir dan instrospeksi. Membuka lembaran yang telah lewat, mengoreksinya, dan merencanakan langkah ke depan yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:left;"><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; </em>( Al Hasyr: 18 )</p>
<p style="text-align:left;">Terkadang, kita merasa sudah menjadi seorang mukmin yang benar-benart beriman. Namun, setelah kita mengetahui hakekat iman dan memahami kriteria mukmin yang sempurna, kita pun tersadar bahwa ternyata kita masih berada di simpang jalan. Kita msih perlu memperbaiki, meningkatkan, memperbarui, dan menjaga iman kita.</p>
<p style="text-align:left;">Pun, mungkin kita merasa sudah menjadi seorang muslim yang ikhlas, tawakal,  beradab, sabar, tawadhu&#8217;, adil, dan seterusnya. Akan tetapi kita masih jauh panggang dari api. bahkan, tidak sedikit diantara kita yang sebelumnya merasa sudah bermanfaat bagi agama dan berhati bersih. namun, diri ini menjadi tercenung dan merenung, bahwa apa yang kita pahami dan lakukan belum sesuai harapan.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>Apakah Saya Seorang Mukmin??</strong></p>
<p><strong>Apakah Saya Muslim?<br />
</strong></p>
<p><strong>Apakah Saya Ikhlas?<br />
</strong></p>
<p><strong>Apakah Saya Tawadhu&#8217;?<br />
</strong></p>
<p><strong>Apakah Saya Bersyukur?<br />
</strong></p>
<p><strong>Apakah Saya Sabar?<br />
</strong></p>
<p><strong>Apakah Saya Tawakal<br />
</strong></p>
<p><strong>Apakah Saya Beradab?<br />
</strong></p>
<p><strong>Apakah Saya Adil?<br />
</strong></p>
<p><strong>Apakah Saya Bermanfaat?<br />
</strong></p>
<p><strong>Apakah Saya Berhati Bersih?</strong></p>
<p>Mari <em>Sejenak Merenungi Diri</em>&#8230;</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;"><strong><em>Sejenak Merenungi Diri</em></strong>, Syaikh Amin Muhammad Jamal, Pustaka Al-Kautsar</p>
<p style="text-align:right;">oleh-oleh dari <strong><em>Islamic Book Fair Semarang</em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bala2.wordpress.com/102/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bala2.wordpress.com/102/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bala2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bala2.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bala2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bala2.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bala2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bala2.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bala2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bala2.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bala2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bala2.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bala2.wordpress.com&blog=3125050&post=102&subd=bala2&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bala2.wordpress.com/2008/07/01/sejenak-merenungi-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8055d2d9f7e8022fa3926eff43c110e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duaribudua</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air mataku, Untuk Jantungmu            &#8212;  hujan di juli deh :-p</title>
		<link>http://bala2.wordpress.com/2008/06/16/air-mataku-untuk-jantungmu-hujan-di-juli-deh-p/</link>
		<comments>http://bala2.wordpress.com/2008/06/16/air-mataku-untuk-jantungmu-hujan-di-juli-deh-p/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 04:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duaribudua</dc:creator>
				<category><![CDATA[oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bala2.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Rajamlah punggungku, sebuas gerigi ujung cambuk apimu,
Setajam belatimu, sayatlah kulitku, Kunyah daging haramku
Segemeretak grahammu, Selahap Catrinamu hirup darahku
Lumat aku sampai ke bulu-bulu kuduk,
Tapi sisakan hidangan itu satu, air mataku untuk jantungmu
Rawamangun, Jumat malam, 13062008
blalang_kupukupu
Sinopsis Musim Gugur
by Asharjunanda
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bala2.wordpress.com&blog=3125050&post=99&subd=bala2&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Rajamlah punggungku, sebuas gerigi ujung cambuk apimu,<br />
Setajam belatimu, sayatlah kulitku, Kunyah daging haramku<br />
Segemeretak grahammu, Selahap Catrinamu hirup darahku</p>
<p>Lumat aku sampai ke bulu-bulu kuduk,<br />
Tapi sisakan hidangan itu satu, air mataku untuk jantungmu</p>
<p>Rawamangun, Jumat malam, 13062008<br />
blalang_kupukupu<br />
Sinopsis Musim Gugur</p>
<p style="text-align:justify;">by Asharjunanda</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bala2.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bala2.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bala2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bala2.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bala2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bala2.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bala2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bala2.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bala2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bala2.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bala2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bala2.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bala2.wordpress.com&blog=3125050&post=99&subd=bala2&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bala2.wordpress.com/2008/06/16/air-mataku-untuk-jantungmu-hujan-di-juli-deh-p/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8055d2d9f7e8022fa3926eff43c110e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duaribudua</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>gadis yang memberikan matanya</title>
		<link>http://bala2.wordpress.com/2008/05/12/gadis-yang-memberikan-matanya/</link>
		<comments>http://bala2.wordpress.com/2008/05/12/gadis-yang-memberikan-matanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 04:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duaribudua</dc:creator>
				<category><![CDATA[oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bala2.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[HASAN BASHRI, Sebelum mendapat hidayah Allah, dia pemuda tampan yang hobi memamerkan ketampanannya. Suatu hari, ia melihat seorang gadis cantik. Tertariklah Hasan Bashri. Maka, ia buntuti gadis itu. Merasa dibuntuti, gadis itu menoleh seraya bertanya &#8220;Tidakkah kau malu?&#8221;
&#8220;Malu pada siapa?&#8221; tanya Hasan Bashri.
&#8220;Malu kepada Dzat Yang Maha Mengetahui; ada mata yang berkhianat dan sesuatu terlintas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bala2.wordpress.com&blog=3125050&post=78&subd=bala2&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>HASAN BASHRI, Sebelum mendapat hidayah Allah, dia pemuda tampan yang hobi memamerkan ketampanannya. Suatu hari, ia melihat seorang gadis cantik. Tertariklah Hasan Bashri. Maka, ia buntuti gadis itu. Merasa dibuntuti, gadis itu menoleh seraya bertanya &#8220;Tidakkah kau malu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Malu pada siapa?&#8221; tanya Hasan Bashri.</p>
<p>&#8220;Malu kepada Dzat Yang Maha Mengetahui; ada mata yang berkhianat dan sesuatu terlintas di hati.&#8221; jawab gadis itu.</p>
<p>Karena didorong rasa tertarik, Hasan Bashri bersikap masa bodoh. Terus saja ia buntuti kemana gadis itu pergi. Sekali lagi gadis itu menegur, &#8220;mengapa engkau membuntutiku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sungguh aku terpesona dengan matamu&#8221; jawab Hasan Bashri.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu, tinggal di sini, nanti akan kukirim apa yang kau kehendaki,&#8221; ujar gadis itu.</p>
<p>Mendengar itu, Hasn Bashri girang. Dikiranya, gadis itu sudah terpikat. Tak lam kemudian datang seorang utusan membawa baki yang tertutup sapu tangan di tangannya. Setelah dibuka, Hasan Bashri mendapati dua mata dalam baki. Hasan Bashri terkejut bukan main. Melihat Hasan bashri terkejut, pelayan itu berkata, &#8220;Sesungguhnya Tuan Putri berkata demikian, &#8216;<strong><em>Aku tak ingin mataku membuat fitnah, menjadikan seseorang terpesona</em></strong>,&#8217; lalu dia menyuruhku membawakan ini untukmu.&#8221;</p>
<p>Kenyataan itu benar-benar membuat Hasan Bashri bergetar, badannya panas dingin, tak lupa mengumpat-umpat diriya sendiri. Karena merasa berdosa, ia pun bertaubat kepada Allah, lalu pulang sambil menangis hingga malam, tiada henti.</p>
<p>Keesokan harinya, ia mendatangi rumah gadis itu untuk minta maaf. Tapi terlambat, gadis itu sudah meninggal dunia. Di malam ketiga sejak gadis itu meninggal, Hasan Bashri bermimpi berjumpa gadis itu yang sedang berada di surga. Masih dalam mimpinya, Hasan Bashri meminta maaf atas perbuatannya.</p>
<p>&#8220;semuanya telah aku halalkan, karena kau memperoleh kebaikan dari Allah karenamu,&#8221; ucap gadis itu.</p>
<p>&#8220;Berilah aku nasihat,&#8221; pinta Hasan Bashri.</p>
<p>&#8220;Jika engkau sendirian, berdzikirlah kepada Allah SWT, pada pagi dan petang, dengan beristighfar kepada Allah,&#8221; ujar gadis itu.</p>
<p>Nasihat itu dikerjakan Hasan Bashri hingga beliau dikenal sebagai seorang ahli ibadah.</p>
<p>Ukhtifillah, semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah di atas.</p>
<p>Wa Allahu a&#8217;lam..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bala2.wordpress.com/78/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bala2.wordpress.com/78/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bala2.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bala2.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bala2.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bala2.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bala2.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bala2.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bala2.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bala2.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bala2.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bala2.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bala2.wordpress.com&blog=3125050&post=78&subd=bala2&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bala2.wordpress.com/2008/05/12/gadis-yang-memberikan-matanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8055d2d9f7e8022fa3926eff43c110e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duaribudua</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>