Manusia butuh akan Tuhannya. Itu bukanlah sebuah teorema. Itu ilmu pasti. Sama seperti rumus phytagoras. Jika a dan b masing-masing adalah sisi yang saling tegak lurus pada segitiga siku-siku, dan c adalah sisi miringnya. Maka a2 + b2 = c2. Titik. Formula yang tidak dapat dibantah. Lain halnya dengan teorema relativitas e = m x c2. Masih sebuah teori. Belum dapat dibuktikan.
Manusia butuh akan Tuhannya. Kenapa? Karena manusia itu pada dasarnya lemah. Pada dasarnya bodoh. Lemah karena memiliki nafsu. Nafsu yang jika tidak dikendalikan, akan balik mengendalikan diri. Bodoh karena cahaya islam telah datang menghampiri, tahu mana yang baik untuk dirinya dan mana yang buruk, tapi tetap memilih opsi yang kedua, jalan yang buruk. Atau masih saja berdiri di pertengahan jalan, ragu untuk melangkah.
Manusia butuh akan Tuhannya. Karena sering di tengah kebahagian yang dirasakan, rezeki yang melimpah, keluarga dan teman-teman di sekitarnya, diri itu masih saja merasa sendiri, hampa. Di tengah keramaian dan riuh tawa dan cerita, di dalam, jiwa diam.
Manusia butuh akan Tuhannya, dan rindu akan rasul utasan-Nya. Dunia ini rumit. Disaat para pemimpin pengayom rakyat, mencuri dari rakyatnya. Disaat si Kaya pembuka rezeki si miskin, mengambil dari si miskin. Disaat yang kuat beramai-ramai menghancurkan yang lemah. Disaat hakim-hakim agung dan mulia tergadaikan keadilannya. Manusia takut untuk bergerak. Seperti jijik jika melangkah ke kanan atau kedepan, celananya yang bersih dapat kotor oleh lumpur. Terbuai mimpi indah untuk hidup di zaman rasul saja. Diayomi oleh Rasul, dibimbing oleh para sahabat. Nikmatnya.
Manusia butuh akan Tuhannya terutama disaat diam. Bukan diam dalam dimensi waktu, karena toh jam menunjukkan waktu bergulir. Bukan juga diam dalam dimensi ruang, karena ada perpindahan, ada pergerakan. Diam disini adalah berhenti berdegupnya jiwa. Anehnya, pada saat jiwa tidak bedegup, jantung malah berdetak lebih cepat dari biasanya. Tapi alih-alih jantung memompa darah beroksigen yang dibutuhkan tubuh, jantung memompa suatu zat yang membuat tubuh terasa kelu, janggal, asing. Rasanya seperti ruh menempati tubuh yang salah. Tidak cocok, tidak pas. Kalau kita memakai sepatu yang kekecilan, pasti akan dilepas sepatu itu. Saat jantung berdetak, darah terpompa ke seluruh tubuh, tubuh terasa semakin janggal. Jantung berdetak, tapi jiwa tidak berdegup, dan ruh hanya diam tidak bereaksi.
Manusia butuh Tuhannya. Seperti disaat seorang yang sederhana diundang ke sebuah perhelatan besar nan megah. Seharian mencari baju untuk dipakai, tapi tidak ada baju yang pantas. Dan terpikir untuk lebih baik tidak pergi, malu. Manusia butuh Tuhannya, manusia butuh kasih-sayang-Nya. Tapi, apakah manusia pantas mendapatkan cinta-Nya.
Ya Allah, jangan jadikan kami orang-orang yang Engkau cabut hidayahnya, Engkau tarik cahaya imannya karena kesalahan-kesalahan yang kami perbuat. Takut diri ini jika jauh dari-Mu. Ikatlah dan rantailah diri ini dengan tilawah dan sujud. Kuatkanlah diri ini dengan semangat Umar bin Khattab yang tak ragu untuk menyongsongkan pedangnya untuk mempertahankan keyakinannya. Dan janganlah Engkau beri kenikmatan yang dapat menjeremuskan kami ke jurang yang dalam, jurang yang gelap tanpa cahaya.
Perumpaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (QS Al Baqoroh: 17).
Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan bagi mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga. (QS Yasin: 9 -10)
-mdoh-
Met istiqomah ya semuanya…
Semoga kita tetap istiqomah dalam beribadah,istiqomah dalam berbuatan kebaikan,istiqomah dalam berdakwah.
Jadi Ingat nasyid yang dinyanyikan pas MD.Istiqomah…istiqomah…
By: yenny ksb on January 18, 2009
at 2:18 am
Amiiin..
iya ya yen.. jadi terharuuuuu..
sudah punya lagunya yen? “persembahan” nya izzis kalo nda khilaf..
By: agung bani putri on June 16, 2009
at 8:52 am