08 April 2008..
Siang ini di sela-sela mengerjakan tugas kantor, aku ngobrol dengan seorang teman dekatku. Dari tadi pagi macem-macem yang kita obrolin, mungkin ini salah satu yang menarik.
She : Boleh ga sih, qt berdoa minta sama ALLAH jodoh yang sholeh + tarbiyah?
(hihihi, dalam hatiku ketawa geli..) [*gimana yah ketawanya hati?]
Me : Boleh boleh aja, setauku sih ga ada batasan dalam berdoa..
She : Emang allah tuh klo ngasih jodoh liat2 kita harokah mana ga sih?
Me : Wallahua’lam atuh..
She : Akhir2 ini aku khok jd khawatir klo2 ternyata jodohku bukan ikhwan tarbiyah
Me : Yg bisa qt lakukan adalah menyholehahkan diri
Me : Yg penting sholeh lah ukh.., ntar embel embel yg lain insyaALLAH mengikuti..
She : Apakah jodoh mengenal harokah?
Me : Jodoh mmang tidak mengenal harokah
Me : Btw, ada kesamaannya lagi jodoh dg harokah..
Me : Kamu inget yg pas TDK 3 angkt 2003
Me : Pas di rumah Lely
Me : Yg pembicaranya teh Devi..
She : Yg gimana
Me : Bliau bilang.., harokah itu terkait dengan hati
Me : Kemantapan hati..
Me : Begitupun dengan jodoh.., ia juga terkait dengan kemantapan hati, makanya ketika menjalani sebuah proses memilih pasangan hidup qt harus senantiasa beristikharah karena hati itu milik ALLAH dan ALLAHlah yg maha membolak balikkan hati qt
Me : Jd dalam setiap doa yg terpenting adalah qt meminta agar hati qt ditunjukkan pada jalan yang lurus
Me : ( QS. Ali-Imran : 8 )
Me : InsyaALLAH ukh..
Karena udah jam 12 kurang sekian, aku beranjak untuk siap-siap sholat dan makan.., setelah selesai sholat dan makan kusempatkan sebentar memenuhi janji dengan seseorang. Nyampe di kantor lagi jam 1 lewat sekian..
Ding!! Dah ada pesan lagi dari temanku yg tadi..
She : Bener emang berharokah adalah kemantapan hati, dengan disertai semua konsekuensi apabila kita sdh mjd bagian dr harokah tersebut. Apapun cobaannya ya itulah jalan kita.
She : Allahu akbar..!!
She : Tetap istiqomah ya..
Me : Amiin, insyaALLAH..
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)” ( QS. Ali-Imran : 8 )
Klo aw baca dr majalah Hidayatullah Edisi 03/XX Juli 2007, mnrt Ketua Dept Kwanitaan DPP PKS,Ledia Hanifa.Harokah pd dsarnya jalan u brdakwah.Jd yg patut dkedpnkan adlh nilai keislaman.
Demikian jg dlm mmilih pasangan,yg patut dkedpnkan adlh nilai keislamannya,bukan harokahnya.Jk memang dlm harokah sndiri tdk mnemukan pasangan,mk tdk masalah jk pasangan itu brasal dr harokah lain.Bahkan,mnrt Ledia, mski tdk brharokah tp Muslim yg hanif (baik) pun tdk apa2 dijadikan psangan hdp.
By: AWe We on April 9, 2008
at 8:18 am
kembali lagi kepada pribadi masing2, ini terkait dengan kesiapan qt dan ke arah mana qt akan membawa keluarga qt kelak. Kalo kata seorang murobbiyah ana, hal itu (seharokah ato tidak) akan berimbas pada cepat lambatnya akselerasi fungsi keluarga yang seharusnya terjadi.. ana jd inget kt Baban ttg ummahat yg di Pangandaran.., mgkn Baban bisa ceritain.., gimana Ban??
By: ErRnnS on April 9, 2008
at 9:25 am
Afwan ya ane blm berpengalaman ttg jodoh
Tp ane punya satu keyakinan bahwa allah itu akan memilihkan jodoh yang se-kufu khok.
jadi tenang aja,dan selalu lebih dekatkan diri kepada Allah.
Kufu-kufu yang lucu…
Kemana engkau pergi…
eh afwan2 td udah niat serius tp terakhir-terakhirnya udah ga bisa lagi.
Afwan ya….
By: yenny ksb on April 10, 2008
at 2:33 am
Emang dasare pelawak Yen.. Mbuh ki, aku yo angel yen serius.. Hwehehehe
By: ErRnnS on April 10, 2008
at 6:49 am
Kufu dalam bhs Arab brarti seimbang.Dalam Islam,kufu tdk brsifat keduniaan.Misalnya,hrs sama strata pendidikannya atau jumlah gajinya.
Dalam hal ini,mengapa prnikahan lintas harokah sulit diwujudkan,menurut Fauzil Adhim,adalah karena kekurangpahaman tokoh di dalam harokah tentang definisi kufu(derajat) yg sering salah kaprah.Ini menyebabkan apa yg dibolehkan dalam agama menjadi tidak dibolehkan dalam harokah.
By: AWe We on April 10, 2008
at 8:34 am
Btw maksudku kufu disini sebenernya pemahaman dalam beragama.Tp wallahuallam itu juga tausiyah dari seseorang juga.
Ampunnn weeee yang sudah berpengalaman.
Btw yang ngisi comment khok cuma kita bertiga ya.
By: yenny ksb on April 10, 2008
at 10:03 am
deen ikutan..
Wah, ngomongin soal harokah.. Klo deen memandangnya sih, harokah itu seprti bersuku-suku, berbangsa-bangsa. Initinya semua merujuk pada kebenaran ALLAH, buntut2nya juga pada memikirkan kebaikan Ummat kan?. Terlalu fanatik pada harokah sendiri, hingga mendiskritkan harokah laennya tanpa hujjah yg pasti, berbuntut pada Ashobbiyah.
Heran sj, klo ada individu yg memilah2 ladang jodohNYA. Bukankah sama sj itu mengambil hak ALLAH?.. Padahal Rasul sendiri bilang, pilihlah karena Agamanya, itu lebih baik. Yang diinterpretasikan sbgai agama yg lurus, yg mengajak pada kebenaranNYA, bukan pada golongan tertentu.
Klo ke depan, dijodohkan pada seseorang diluar harokah?… why not, sapa tau dgn kerja dalam serta luar sistem, bisa menerbitkan sinergisitas indah dalam berdakwah.
Kata Ustadz taqlim deen, klo dtanya..soal harokahnya saat ingin diundang berkhutbah, dgn lantang beliau bertanya balik..
“Apa hak anda, bertanya demikian..sy berkhutbah mengacu pada ALLAH serta RasulNYA, bukan karena harokah tertentu!.”
Kutip dari Awe
“Ini menyebabkan apa yg dibolehkan dalam agama menjadi tidak dibolehkan dalam harokah.”
Berarti kembali lagi ke landasan syar’inya ya we?..
Interpretasi manusia pada kalam ALLAH memang bisa sangat majemuk, tapi tidak kemudian menjadikan kita bercerai berai kan?..
Keep Ukhuwah.. ^_^
By: deen10february on April 11, 2008
at 9:14 am
keren… keren… keren….
mantep-mantep commentnya. so, siapa neh berikutnya?…
By: nYunz on April 15, 2008
at 5:10 am
Jazakillah buat ilmunya ya sodari-sodariku.. ^_^ jd nambah ilmu baru…
By: vina on April 17, 2008
at 7:04 am
Wuaaaaaaaaa.. ane jadi inget wajah2 kalian saling beradu, kita melingkar, kemudian saling melengkapi dengan argument2 dahsyatnya.. Oh alangkah indahnya, ditambah banyak kufu2 yang hinggap kesana dan kemari berwarna-warni..
Menurut ane pendapat semua benar, Allah sudah mempersiapkan yang TERBAIK, bukan tanpa usaha, untuk itulah tidak ada satupun usaha kecuali satu “memperbiki diri kita”..
Sama harakah, alhamdulillah.. Ayo lari
Beda harakah, alhamdulillah.. kita ajak ke harakah kita.. Ayo jalan
Belum berharakah, alhamdulillah.. kita ajak ke harakah kita.. Ayo setangah lari
Asalkan kita sudah mempersiapkan resiko dan langkah tepat apa yang seharusnya kita ambil untuk percepatan dakwah.. bukan jalan di tempat, atau balik kanan bubar jalan.. naudzubillah
Suatu senja ane pernah dapat taujih “tentunya Allah sudah mempersiapkan imbalan bagi keberhasilan masing2 individu, istri Fir’aun Asiyah dijamin syurga, termasuk 4 wanita penghulu syurga (Khadijah, Asiyah, Maryam, Fatimah)” Apakah kita akan tetap memperdebatkan Fir’aun dan Asiyah tidak sekufu? Tentunya kita hanya akan membahas bagaimana perjuangan Sang Asiyah mampu istiqamah hingga raga meregang nyawa bukan? Dan masih banyak para shahabiyah (ayo buka sirah shahabiyahnya
), yang awalnya istri orang2 kafir tawanan tentara mukmin, tapi Allah memberi kemuliaan di akhir usia dengan karunia lebih besar dari syurga dunia dan akhirat, yaitu dipersunting oleh baginda Rasul.. Wallahu’alam bishshowab
nb : Junk gue suka gaya lu..
By: agung bani putri on August 4, 2008
at 6:16 am