Posted by: duaribudua | March 18, 2008

Kadang, menjadi baik itu harus “dipaksa”

sudah jadi tradisi ( sunnatullah) kehidupan, bahwa banyak alur dari hidup ini yang dijalani dari pintu keharusan. bahkan kadang dijalani dibawah “pemaksaan”. Contoh, seorang pencari ilmu harus memaksa dirinya belajar, menghilangkan kantuk dimalam-malam,berpindah dari zona nyaman menuju zona tidak nyaman. Ini bukan perlawanan terhadap kebebasan atau hak asasi, justru menjelaskan sisi penting dari arti kemerdekaan untuk menjadi baik atas kehendak diri sendiri, tanpa merasa dipaksa orang lain.

Secara naluri, manusia punya dua daya dorong, menuju kebaikan,dan keburukan. Untuk memilih jalan yang baik memerlukan tenaga yang sebanding dengan tenaga yang diperlukan untuk meninggalkan keburukan. Tenaga itu menjadi lebih banyak diperlukan ketika ada faktor luar diri yang turut memperkeruh suasana. Karenanya sedikit/banyak, sebagian tenaga yang kita perlukan untuk menjadi baik diperoleh melalui jalan “memaksa” diri.

Belantara hidup ini telah menyelamatkan orang-orang yang terbiasa “memaksa” dirinya berjalan diatas jalan yang benar, dan menenggelamkan orang2 yang tak bisa “memaksa” dirinya menjadi baik.

Tapi jangan samakan antara memaksa diri dengan memaksa kehendak. Keduanya jauh berbeda …..

Mungkin kita bisa sisipkan didalam muhasabah kita, apakah irama hidup kita terlalu datar dan tak mau “memaksa” diri ?? Padahal masih banyak hal yang semestinya bisa kita lakukan. Bisa jadi banyak kebaikan yang bisa kita persembahkan untuk agama, diri, keluarga, kawan, kerabat, dan untuk seluruh nilai-nilai kemanusiaan. Dan semoga kita bisa menikmati indah dan manisnya buah “pemaksaan” itu dikemudian hari.

Dikutip dari Tarbawi, Edisi 4 Ramadhan 1423 H.


Responses

  1. Bukan terKADANG… tetapi DIMULAKAN dengan PEMAKSAAN. karena suatu karakter akan timbul ketika telah adanya sebuah kebiasaan. Dan Kebiasaan ini muncul ketika dimulakan dengan Pemaksaan..

    salam,
    ikeke

  2. Setuju bangets. Kita memang perlu me-”maksa” diri untuk keluar dari zona nyaman. Alangkah baiknya pe-”maksa”-an itu dimotivasi dari keinginan sendiri agar hasil dari proses pe-”maksa”-an itu tidak instan lahir dan instan pula rapuh.
    Ayo berubah!! (red: sambil bergaya ksatria baja hitam) (^-^)/


Leave a response

Your response:

Categories